| Main
Menu |
|
Kekuatan politik ormas Islam |
|
{mosimage}Kekuatan politikormas Islam
Apa sebenarnya motivasi yang mendorong semua pihak menggiring ormas Islam seperti NU dan Muhammadiyah keluar, jauh dari arena politik praktis ? Apa sebenarnya yang dicemaskan, dikhawatirkan dari kekuatan politik ormas Islam ? Ormas Islam dikondisikan sedemikian rupa agar alergi terhadap politik praktis. Pada masa penjajahan, kekuatan politik ormas Islam, seperti juga kekuatan politk nasionalis dan sosialis sangat ditakuti, sangat membahayakan posisi penguasa kolonial.
(BKS1003280730)
|
|
|
 |
|
|
|
Written by Asrir
|
|
Jul 30, 2010 at 03:38 PM |
Negara Islam itu apa ?
Kini marak bermunculan di kalangan non-Islam pertanyaan “Apa untungnya menjadi Negara Islam” dan di kalangan Islam sendiri pertanyaan “Apa perlunya negara Islam” (Silakan telusuri di google).
Seyogianya tokoh, pemikir, ideology Islam proaktif, serius menjelaskan secara gambling perbedaan antara Negara Islam dengan Negara sekuler. Apa bedanya sosok khalifah dengan raja, presiden, perdana menteri. Berapa lama jabatan khalfah. Kepada siapa khalifah bertanggngjawab. Siapa yang berhak menjadi khalifah. Bagaimana cara penghormatan terhadap khalifah. Bagamaa tatacara penghormatan dalam pasukan/militer Islam. Bagaimana cara pengawalan khalifah. Apakah system protokoler sesuai dengan asas demokrasi, asas persamaan (eqalite). Apakah Negara Islam itu mengenal pembagian kekuasaan (Trias Politica), liberte, egalite, fraternite, pemilu. Bagaimana wujud, bentuk kemerdekaan, kebebasan, persamaan, persaudaraan dalam Islam. |
|
Read more...
|
|
|
Written by Asrir
|
|
Jul 30, 2010 at 03:36 PM |
Saya dan Ahmadiyah
Saya lahir ke dunia 71 tahun yang lalu di kaki gunung Merapi, kota Jam Gadang, Sumatera Barat. Ketika saya masih kanak-kanak, seorang sesepuh kekuarga, kakek saya (saudara nenek saya di pihak ibu) ikut jadi anggota jama’ah Ahmadyah. Semula kakek saya bermaksud hendak mengembalikan temannya yang sdah lebh dulu menjadi anggota Jama’ah Ahmadiyah agar kembali ke dalam Islam yang benar. Namun yang teradi yang sebaliknya, kakek saya yang kena pancing yang ketarik masuk ke dalam jama’ah Ahmadyah.
Saya sama sekali tak pernah menakskan, memperhatikan cara ibadah kakek saya. Yang pernah saya lihat, kakek sya menyimpan “Tafsir Mahmud Yunus”. Di desa saya tak ada masjid dan kantor Ahmadiyah. Kake saya dan temannya yang sama-sama Ahmadiyah pergi ke kota pada saat mereka perlu ke masjid dan kantor Amadiyah. Keluarga memperlakukan kakek saya dan temannya tidak sebagai orang Islam. Ketika kakek saya meninggal, yang mengurus jenazah beliau hanyalah teman-tema beiau yang sama-sama Ahmadiyah; sedangkan pihak keluarga sama sekali tak ada yang ikut memandikan, mengapani, menyalatkan, mengantarkan beliau ke pemakaaman. |
|
Read more...
|
|
|
Wacana pemindahan ibukota RI |
|
Written by Asrir
|
|
Jul 30, 2010 at 03:34 PM |
Wacana Ibukota Negara Indnesia
Kini muncul wacana pemindahan ibukota Negara Indnesia dari Jakarta ke kota lain. Sebelum ini muncul usulan agar ibukota Negara Indonesia dipindahkan ke kota Pangkaraya atau Jayapura. Bahkan dalam perjalanan sejarahnya, kota Yogyakarta perna jadi ibukota Negara ndonesia. Ada ang lupa dalam sejarah, bahwa kota Bukittnggi juga pernah jadi ibukota Negara Indonesia. Juga lupa bahwa Mr As’at pernah jadi Presiden Negara Indonesia.
Dalam wacana ibukota Negara Indonesia, Sutan Bathuguna dari Demokrat mengingnkan ibukota agar dipindahkan ke Jonggol. Kata Ryas Rasyid, Bung karno lebih skaPalangkaraya. Kata Sukmawati Soekarno putrid, maunya Bapak di kota Bogor ssaja. Kata Des Alwi, tahun 1953, Maluku yang disebut dulu (Simak RAKYAT MERDEKA, Kamis, 15 Nvember 2007, haaman 4). |
|
Read more...
|
|
| | << Start < Previous 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
| |
|
|
|
|
| |
|
Who's Online |
|
We have 1 guest online |
|
|
 |
|